Dia Harus Pergi, Nak
![]() |
Foto: Ilustrasi |
Penulis: Ricardus Jundu
Puisi ini dipersembahkan secara khusus oleh Penulis untuk guru dan siswa di Papua Pegunungan
Di ufuk timur biasanya mentari terbit
Sinarnya membasuh ruang lewat lobang-lobang kecil
Tempat sang guru dulu, tepat berdiri
Lalu, mengajar dengan sepenuh hati
Namun kini dia harus pergi
Melangkah jauh dari pandangan murid
Meninggalkan kisah yang belum usai
Meninggalkan cerita yang tak selesai
Dia harus pergi, Nak
Ketakutan merayap dalam dirinya
Seperti bayangan yang memanjang senja
Menggelapkan tekad yang dulu pernah membara
Mematikan semangat yang dulu juga menyala
Anak-anak, kini hanya menatap kursi
Berharap sang guru kembali menghampiri
Tapi hanya sunyi yang tersisa
Hanya rindu yang terus menggema
Mengapa dia pergi?
Mengapa lari dari anak tak berdosa?
Pertanyaan kecil dari bibir polos
Yang tak pernah mendapatkan jawaban
Dia harus pergi, Nak
Walau meja guru kini berdebu
Walau Papan tulis kini meredup
Seperti hati yang ditinggalkan
Seperti harapan yang memudar
Dari kejauhan dia akan teringat
Pernah ada suara tawa dan tepuk tangan
Pernah ada tatapan kagum dan penuh tanya
Yang dulu mengisi hari-harinya
Tapi ketakutan telah memilih jalannya
Membawanya pergi tanpa menoleh
Membawanya lari dari kenyataan
Yang seharusnya ia hadapi
Siapa yang akan mengisi kekosongan?
Siapa yang akan menjawab tanya?
Siapa yang akan menuntun langkah?
Yang tertinggal tanpa penunjuk arah
Dia harus pergi, Nak
Di ufuk timur mentari masih terbit
Walau sang guru tak lagi kembali
Cahayanya masih menerangi
Meski dia telah pergi
Anak-anak harus mengenal kehilangan
Belajar tentang ketidakpastian
Pelajaran yang tak pernah terencana
Dalam kurikulum kehidupan
Mungkin suatu hari nanti
Ketakutan itu akan usai sudah
Dan sang guru akan kembali
Ke tempat seharusnya dia berada
Di balik meja yang menunggu setia
Di depan murid yang masih berharap
Tapi hingga saat itu tiba
Hanya kenangan yang tersisa
Dia harus pergi, Nak.
Penulis merupakan dosen di Unika Santu Paulus Ruteng yang suka dengan berbagai karya sastra dan fokus meningkatkan literasi anak.