Puisi: Tuhan || Karya Mario Alberto
![]() |
Foto: Ilustrasi (Sumber: Pixabay) |
Penulis: Mario Alberto
Bersama-Mu, Ada bahagia yang tak pernah lekang
Tuhan,
Engkau tirai hujan di tanah tandus jiwaku,
Dersikan angin yang mengais gerimis rahmatMu,
dan rindang teduh dalam retakan ratapku.
Pada debar hening,
di atas ujudku yang kelu,
harapku yang ngilu,
Pada gigil perih kubangan luka derita;
dan subuh yang lusuh,
hingga senja yang kelam.
Hanya wangi doa di depan arca suciMu,
yang mekar di sepanjang pesisir hidup.
Hening dan sunyi langkahku terbata kaku,
Senada warna gulita yang kelabu.
Hanya kepada-Mu,
tempatku mengeluh dengan sepasang air mata pilu,
Ruangku mengadu dengan semesta nurani kelu.
Bersama-Mu,
Ada bahagia yang tak pernah lekang,
Menghalau kelam sengau batin yang tertimbun gamang,
Mengusir suram derana hati yang terpapar bimbang,
Menghardik kusam nelangsa sukma yang terlentang malang.
Tuhan, Engkau jua embun sejuk di batu cadas jiwaku,
buritan layar yang mendayung deburan kehendakMu,
dan pesisir putih dalam pekat imanku.
Sebab, hanya dengan-Mu,
Sukacitaku menjadi penuh,
Damaiku senantiasa utuh.
Penulis adalah wartawan RRI